Labels
Ajk Masjid An Nur 2012-2014
(15)
Anda suka peranan masjid dikaitkan dengan apa?
(1)
Arwah
(1)
Belajar Mengaji
(1)
Berbuka Puasa 2013
(7)
BERSAMA KOLEJ KOMUNITI PEKAN
(5)
Biro 2012-2014
(6)
Ceramah
(1)
Gotong-royong
(3)
Israq Mikraj 2013
(7)
Kami
(5)
Keputusan Undian
(2)
Khatan Quraan
(1)
Korban
(1)
Kuliah
(1)
Links
(26)
Links Laman Pahang
(13)
Maulidur Rasul 2013M/1434h
(7)
Memperingati Allahyarham Tun Razak
(7)
Pageviews by Countries
(17)
Pantun
(1)
Pegawai Masjid An Nur
(6)
Pertandingan
(1)
Popular Posts
(9)
Program 2013
(5)
Program Bicara Ilmu Mukim Pekan 1
(2)
Promosi 2014
(2)
Promosi 2015
(1)
Rombongan Masjid Nenasi
(7)
Sajak
(2)
Siri Belajar Tajwid Al-Quran
(24)
Siri Belajar Tasawuf
(22)
Siri Sirrul Asror - Taubat
(33)
Surah
(1)
Tahlil
(1)
Tarawikh
(1)
Ulasan Buku Agama Islam
(7)
Showing posts with label Siri Belajar Tajwid Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Siri Belajar Tajwid Al-Quran. Show all posts
Monday, July 7, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (24) Lagi tanda-tanda waqaf
Lagi tanda-tanda waqaf:
11. tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ )
sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas
12. tanda Laa ( ﻻ )
Jangan berhenti. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat.
Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti
Jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak
13. tanda kaf ( ﻙ )
singkatan dari “Kadzaalik”
bermakna “serupa”.
Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul
14. tanda bertitik tiga ( … …)
Waqaf Muraqabah
atau
Waqaf Ta’anuq (Terikat).
Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut.
Jika sudah berhenti pada tanda pertama
Tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, June 30, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (23) Lagi tanda-tanda waqaf:
Lagi tanda-tanda waqaf:
5. tanda sad ( ﺹ )
Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna.
Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad
6. tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ )
singkatan dari “Al-washl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
7. tanda qaf ( ﻕ )
singkatan dari “Qiila alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan
8. tanda sad-lam ( ﺼﻞ )
singkatan dari “Qad yuushalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan
9. tanda Qif ( ﻗﻴﻒ )
berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti
10. tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ )
berhenti seketika tanpa mengambil napas.
Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, June 23, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (22) Lagi tanda-tanda waqaf
Lagi tanda-tanda waqaf:
1. Tanda mim ( مـ )
disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna.
Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya.
Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
2. tanda tho ( ﻁ )
tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
3.tanda jim ( ﺝ )
Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
4. tanda zha ( ﻇ )
lebih baik tidak berhenti
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, June 16, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (21) Waqaf
I. Waqaf (وقف)
Waqaf
dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan,
dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernafas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan.
Terdapat empat jenis waqaf yaitu:
waqaf sempurna- ﺗﺂﻡّ (taamm)
Mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya
waqaf memadai- ﻛﺎﻒ (kaaf)
Mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya
waqaf baik- ﺣﺴﻦ (Hasan)
Mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya
waqaf buruk- ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih)
Mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, June 9, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (20) Qalqalah
H. Qalqalah
Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul.
Huruf qalqalah ada lima yaitu
qaf (ق),
tha (ط),
ba’ (ب),
jim (ج), dan
dal (د).
Qalqalah terbagi menjadi dua jenis:
- Qalqalah kecil
Salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli karena harakat sukun dan bukan karena waqaf.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
- Qalqalah besar
Salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan karena waqaf atau berhenti. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila bacaan diwaqafkan tetapi tidak diqalqalahkan apabila bacaan diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ
Monday, June 2, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (19) Hukum ra’
G. Hukum ra’
Hukum ra’ adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra’ dalam bacaan.
Terdapat tiga cara yaitu
kasar atau tebal,
halus atau tipis,
dikasarkan dan ditipiskan.
Bacaan ra’ harus dikasarkan apabila:
1. Setiap ra’ yang berharakat atas atau fathah.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
2. Setiap ra’ yang berbaris mati atau berharakat sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas atau fathah.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
3. Ra’ berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
4. Ra’ berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah atau kasrah tetapi ra’ tadi berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
Bacaan ra’ yang ditipiskan adalah apabila:
1. Setiap ra’ yang berbaris bawah atau kasrah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
2. Setiap ra’ yang sebelumnya terdapat mad lain
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
3. Ra’ mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah atau kasrah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
Bacaan ra’ yang harus dikasarkan dan ditipiskan adalah apabila setiap ra’ yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ
Isti’la’ (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf yaitu
kha’ (خ),
sod (ص),
dhad (ض),
tha (ط),
qaf (ق), dan
zha (ظ).
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, May 26, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (18) Hukum mad
F. Hukum mad
Mad yang artinya yaitu melanjutkan atau melebihkan.
Dari segi istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad.
Terdapat dua bagian mad, yaitu
mad asli dan mad far’i.
Terdapat tiga huruf mad yaitu
alif,
wau, dan
ya’
huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah.
Panjang pendeknya bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.
Monday, May 19, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (17) Hukum idgham
E. Hukum idgham
Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur antara dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain.
Maka dari itu, bacaan idgham harus dilafazkan dengan cara meleburkan suatu huruf kepada huruf setelahnya.
Terdapat tiga jenis idgham:
- Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ – yang serupa) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan.
Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
- Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ – yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang sifat dan makhrajnya hampir sama, seperti ba’ bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha’ bertemu dzal.
Contoh:
ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
- Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ – yang sejenis) ialah pertemuan antara dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta’ dan tha, lam dan ra’ serta dzal dan zha.
Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ
Monday, May 12, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (16) Hukum alif lam ma’rifah
D. Hukum alif lam ma’rifah
Alif lam ma’rifah adalah dua huruf yang ditambah pada pangkal atau awal dari kata yang bermakna nama atau isim.
Terdapat dua jenis alif lam ma’rifah yaitu
qamariah dan syamsiah.
A- Alif lam qamariah ialah
lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah, seperti:
alif/hamzah(ء),
ba’ (ب),
jim (ج),
ha’ (ح),
kha’ (خ),
‘ain (ع),
ghain (غ),
fa’ (ف),
qaf (ق),
kaf (ك),
mim (م),
wau (و),
ha’ (ﮬ) dan
ya’ (ي).
Hukum alif lam qamariah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ) yang artinya adalah bulan. Maka dari itu, cara membaca alif lam ini adalah dibacakan secara jelas tanpa meleburkan bacaannya.
B- Alif lam syamsiah ialah
lam yang diikuti oleh 14 huruf hijaiah seperti:
ta’ (ت),
tha’ (ث),
dal (د),
dzal (ذ),
ra’ (ر),
zai (ز),
sin (س),
syin (ش),
sod (ص),
dhod (ض),
tho (ط),
zho (ظ),
lam (ل) dan
nun (ن).
Nama asy-syamsiah diambil dari bahasa Arab (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ) yang artinya adalah matahari.
Maka dari itu, cara membaca alif lam ini tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya.
Monday, May 5, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (15) Hukum mim dan nun tasydid
C. Hukum mim dan nun tasydid
Hukum mim dan nun tasydid juga disebut sebagai
wajib al-ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ)
yang bermakna bahwa pembaca wajib untuk mendengungkan bacaan.
Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan.
Hukum ini berlaku bagi setiap huruf mim dan nun yang memiliki tanda
syadda atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Contoh:
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ
Monday, April 28, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (14) Jenis hukum mim mati
Hukum mim mati memiliki 3 jenis, yang diantaranya adalah :
1. Ikhfa Syafawi (ﺇﺧﻔﺎﺀ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan dibaca didengungkan.
Contoh: (فَاحْكُم بَيْنَهُم) (تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ) (وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ)
2. Idgham Mimi ( إدغام ميمى)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (م), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.
Contoh : (أَم مَنْ) (كَمْ مِن فِئَةٍ)
3. Izhar Syafawi (ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻔﻮﻱ)
Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup.
Contoh: (لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (تَمْسُونَ)
Monday, April 21, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (13) Hukum mim mati
B. Hukum mim mati
Selain hukum nun mati dan tanwin ada pula hukum lainnya dalam mempelajari dan membaca Al-Quran yakni Hukum mim mati, yang disebut hukum mim mati jika bertemu dengan huruf mim mati (مْ) yang bertemu dengan huruf-huruf arab tertentu.
Contoh bacaan diatas diambil dari (QS: Al-Mu’minun :55-59) yang diberi tanda warna (biru : ikhfa syafawi), ( merah : idgham mimi), (hijau : izhar syafawi).
Belajar Tajwid Al-Quran (12) Ikhfa’ haqiqi
5. Ikhfa’ haqiqi
Jika nan mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf seperti
ta’(ت),
tha’ (ث),
jim (ج),
dal (د),
dzal (ذ),
zai (ز),
sin (س),
syin (ش),
sod (ص),
dhod (ض),
tho (ط),
zho (ظ),
fa’ (ف),
qof (ق), dan
kaf (ك),
maka ia harus dibaca samar-samar (antara Izhar dan Idgham)
Contoh: نَقْعًا فَوَسَطْنَ
Monday, April 14, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (11) Iqlab
4. Iqlab
Hukum ini terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf
ba’ (ب).
Dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin berbah menjadi bunyi mim (م).
Contoh: لَيُنۢبَذَنَّ harus dibaca Layumbażanna
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, April 7, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (10) Idgham Bilaghunnah
3. Idgham Bilaghunnah
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti
ra’ (ر) dan
lam (ل),
maka ia harus dibaca lebur tanpa dengung.
Contoh: مَنْ لَمْ harus dibaca Mal lam
Pengecualian
Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan keenam huruf idgam tersebut tetapi ditemukan dalam satu kata,
seperti بُنْيَانٌ, اَدُّنْيَا, قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ,
maka nun mati atau tanwin tersebut dibaca jelas.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, March 31, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (9) Idgham
2. Idgham
Hukum bacaan ini terbagi menjadi dua bahagian, iaitu:
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf seperti:
mim (م),
nun (ن),
wau (و), dan
ya’ (ي),
maka ia harus dibaca lebur dengan dengung.
Contoh: فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ harus dibaca Fī ʿamadim mumaddadah.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, March 24, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (8) Izhar Halqi
08
1. Izhar Halqi
Izhar halqi bila bertemu dengan huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus “jelas”
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf Halqi (tenggorokan) seperti:
alif/hamzah(ء),
ha’ (ح),
kha’ (خ),
‘ain (ع),
ghain (غ), dan
ha’ (ﮬ).
Izhar Halqi yang artinya dibaca jelas.
Contoh : نَارٌ حَامِيَةٌ
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
1. Izhar Halqi
Izhar halqi bila bertemu dengan huruf izhar maka cara melafazkan atau mengucapkannya harus “jelas”
Jika nun mati atau tanwin bertemu huruf-huruf Halqi (tenggorokan) seperti:
alif/hamzah(ء),
ha’ (ح),
kha’ (خ),
‘ain (ع),
ghain (غ), dan
ha’ (ﮬ).
Izhar Halqi yang artinya dibaca jelas.
Contoh : نَارٌ حَامِيَةٌ
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, March 17, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran, (7) 9 hukum bacaan
Dalam ilmu tajwid juga dikenal ada 9 hukum bacaan yang isinya menjelaskan bagian-bagian tanda baca dan cara melafazkannya atau pengucapannya, antara lain :
A. Hukum nun mati dan tanwin, terdiri dari :
Contoh : ayat diatas merupakan surat Al-Quran ( QS: Al-Baqarah ayat 145 ), huruf yang diberi warna (merah : izhar halqi), (hijau : idgham), ( biru : ikhfa haqiqi), ( ungu : iqlab).
Monday, March 10, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (6) membaca basmalah di antara dua surah
Terdapat 4 cara membaca basmalah di antara dua surah. Membaca basmalah adalah tanda awal dimulai suatu bacaan dalam surat Al-Quran. Guna dari membaca basmalah suatu keharusan dengan tujuan :
a. Basmalah sebagai pemisah dengan surahAl-Quran yang lain
b. Sebagai penghubung dengan awal surahAl-Quran
c. Sebagai penghubung dari kesemua surahAl-Quran
d. Menghubungkan akhir surahdengan basamalah, lalu berhenti.
Namun basamalah tidak selalu menjadi surah awal yang harus terus dibaca untuk melanjutkan surah berikutnya. Walau bagaimana pun, tidak harus membaca demikian karena dikhawatirkan ada yang mengganggap basmalah merupakan salah satu ayat daripada surah yang sebelumnya.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Monday, March 3, 2014
Belajar Tajwid Al-Quran (5)
Terdapat 4 cara membaca iati’azah, basmalah dan surat :
a. Memutuskan isti’azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah,
b. Menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti,
c. Membaca isti’azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti,
d. Membaca isti’azah, basmalah dan awal surat terus-menerus tanpa berhenti.
Sumber:
http://belajarmembacaalquran.com/
(Moga pengusahanya mendapat rahmat dari Allah swt))
MOHON BETULKAN KAMI JIKA TERSILAP
Subscribe to:
Posts (Atom)